BELANJA


Turun Gunung Rinjani Via Jalur Senaru, Pendaki Ini Kesurupan



 Solopos.com, LOMBOK – Cerita pengalaman misteri seorang warganet yang menuruni Gunung Rinjani diunggah di akun Instagram @urban.hikers. Cerita tersebut melibatkan peristiwa kesurupan yang terjadi lebih dari satu kali.

Cerita tersebut berasal dari pengguna akun @fetrasangpetualang, yang diunggah di @urban.hikers, Kamis (14/12/2017). Akun @fetrasangpetualang mengungkapkan ia dan 12 temannya mendaki Gunung Rinjani pada 24-27 September 2017.


“Setelah packing, bersih-bersih sampah dan foto-foto kita bergegas melanjutkan perjalanan pulang melalui jalur Senaru. Kami mulai berjalan pukul 09.15 Wita,” ungkap @fetrasangpetualang.

Perjalanan awalnya berjalan lancar. Setelah empat jam perjalanan, rombongan sampai di Pelawangan Senaru. Rombongan berhenti di Pos 3 untuk memasak mi instan dan makan siang. Perjalanan turun dilanjutkan pukul 14.30 Wita.

@fitrasangpetualang mengaku berada di tengah-tengah rombongan, di depannya ada delapan orang, di belakangnya ada tiga orang. Ia mengaku sempat terpisah dari rombongan depan dan belakang. Ceritanya @fitrasangpetualang berada tepat di belakang rombongan depan dan agak jauh dari rombongan belakang.

Ia sempat berhenti sejenak untuk menalikan tali sepatu, meski merasa sudah cepat-cepat, saat mendongakkan kepala, @fitrasangpetualang sudah tak dapat melihat rombongan depannya. Ia mau tak mau harus melanjutkan perjalanan seorang diri. Sempat merasa takut, @fitrasangpetualang merasa lega saat sempat beriringan dengan seorang porter. Setelah porter beristirahat @fitrasangpetualang beriringan dengan dua pendaki bule dan satu guide.

Setelah berjalan cukup lama dengan dua pendaki bule dan satu guide, @fitrasangpetualang bertemu dengan teman-temannya yang sedang beristirahat.

Perjalanan rombongan kembali dilanjutkan, kini @fitrasangpetualang berada didekat dua temannya bernama Sri dan Dorci. Saat perjalanan santai, tiba-tiba Sri seperti tergesa-gesa melewati teman-teman, Dorci yang berada tepat di depan Sri memegang perempuan itu sampai terjadi sedikit tarik-menarik dan Sri pun terduduk.

Saat dikerumuni teman-temannya, Sri mulai meracau mengucapkan kalimat “mau pulang” berulang-ulang. Bukan rumah yang ditunjuk Sri, namun dia menunjuk dua pohon besar di areal Jalur Senaru. Sri juga menceritakan dirinya dikejar-kejar orang bertubuh besar.

“Saat itu teman-teman sempat bingung saling pandang dan memutuskan untuk berdiskusi sebentar. Akhirnya teman-teman coba membacakan doa untuk Sri sembari memijit jempol tangannya,” cerita @fitrasangpetualang.

Sri sempat sadar, namun hal itu tak bertahan lama, ia kembali seperti orang kesurupan hingga sempat berusaha menggigit tangan salah satu temannya. “butuh waktu cukup lama, tapi akhirnya sesuatu yang merasuki Sri keluar juga, dia bisa sadar kembali,” tambah @fitrasangpetualang.

Setelah dianggap aman, tim melanjutkan perjalanan, baru mulai jalan tak seberapa lama, Sri kembali kesurupan, teman-teman kembali berusaha memberi doa-doa. Tiba-tiba Sri berbicara dengan bahasa Lombok yang menyatakan kalau sosok yang merasuki ingin menolong Sri sampai tujuan. Sempat dibujuk untuk keluar, namun gagal, rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan.

Diceritakan selama perjalanan Sri tidak mau dituntun, dia juga mengomentari pohon-pohon tumbang sebagai rumah-rumah yang rusak. Sesaat sebelum sampai Pos 2 via Jalur Senaru, Sri tiba-tiba kembali sadar dan normal.

Sempat beristirahat di Pos 2, rombongan melanjutkan perjalanan pukul 18.00 Wita. Sri diminta untuk bersalawat sepanjang jalan agar tak kembali kerasukan. Sri juga mengingatkan teman-temannya kalau jalur turun ini ramai, kalau lewat harus permisi-permisi. Mendengar kata-kata Sri teman-teman hanya mengiyakan.

Rombongan akhirnya sampai di Pintu Senaru pukul 20.00 Wita. Saat beristirahat di Warung, Sri sempat mengucap rasa syukur karena perjalanan lancar dan tidak ada yang kesurupan.

Baca selengkapnya.....

Komentar